Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Taman Kanak-kanak tempat yang paling indah..

Hari ini Jumat ini adalah tanggal 25 dimana para pegawai bank dan beberapa perusahaan swasta telah menerima gaji. Saatnya shopping,bayar cicilan kredit,bayar listrik dan sebagainya. Tetapi gajian saya mana ya? Karena orang baru mungkin gajiannya beda kali ya,dipotong sana-sini dan dibayar agak telat. Hiksss.. Sejenak sambil melupakan masalah gaji, sambil mengingat-ingat bahwa kemarin saya mengunjungi dua buah TK. Yakkk..TK alias Taman Kanak-kanak dimana banyak anak-anak yang sekolah dan bermain. Pasti bingung ya,kenapa saya menyambangi (kok menyambangi yaa..emang jambangnya ridho rh*ma ya??) TK. Karena ada beberapa hal yang berurusan dengan pekerjaan dan sesuatu hal,saya dan atasan saya mampir ke sana. Pertama adalah TK Islam Al M***na. TK ini ga terlalu besar sih,dan karena TK muslim maka beberapa anak-anaknya khususnya perempuan memakai jilbab. Ketika sedang melakukan pembicaraan dengan pihak sekolah terkait pekerjaan,ada seseorang anak kecil cowok yang manjanya minta ampun. Sepertinya anak ini adalah anak dari kepala sekolah karena begitu lengket kayak upil ma idung. Kemudian anak itu mendekatiku. Kita sebut anak kecil itu adalah si anak X dan sebut saya si ganteng (hhaha..ga usah sirik,skali-skali muji diri sendiri kan ga dosa).

Si anak X : “Mas..ini apa??” sambil megang-megang di atas kantong baju sebelah kiri.

Si Ganteng : bingung dia melihat apa dan memegang dalam rangka apa. *curiga* karena ingatlah bahwa anak memiliki sgala cara untuk nakal dan menakali kita saking lucunya. “Apa dik?”

Si anak X : “Itu lho mas..bintang ya?” sembari mencoba melepaskan bintang yang terpasang di bajuku yaitu sebuah bros identitas kantor yang harus slalu dipakai ketika di kantor. Sekilas mirip Sheriff di pilem-pilem koboi gitu hhehe.

Si Ganteng : “iya ini bintang..hhehe.” sambil mencoba mengalihkan pembicaraan di kala itu. “itu bawa uang mau jajan apa?”

Si anak X : Masih dengan matanya menatap bros kantor yang terpasang rapi di bajuku. Berharap saya memberikan kepadanya kali ya..(enak aje..ntar di denda kantor kalo ilang)

Untung si bos langsung mengajak untuk beranjak dari terkaman anak kecil tadi beserta tempat TK bernaungnya (halaahhh). Berlanjut menuju TK yang satunya..yayasan sekolah ini berada di daerah Erlangga tepatnya adalah bersebelahan dengan universitas negeri yang terkenal di Semarang yaitu Unika..praaaakkkk..dudu kuwi ndeengg..maksudnya universitas Diponegoro. Karena sudah beranjak siang jadi TK tampak sepi dan hanya bertemu kepala sekolahnya.

Hari ini,saya menuju ke TK di daerah Erlangga untuk sesuatu urusan setelah pembicaraan kemarin. Rencana TK ini akan mengadakan pemecahan MURI dimana akan ada sekitar seribu dengan APE (Alat Peraga Edukatif) yaitu anak dan orang tua akan melakukan dengan APE tersebut. Sembari menunggu kepala sekolah yang sedang sibuk dan belum ada di tempat saya dan si bos menunggu di sebuah ruangan yang bersebelahan dengan kantin kecil. Ada seseorang anak kecil kita sebut Si anak Y dan bu guru yang merangkap sebagai penjaga kantin dengan sebutan Ibu Imut.

Si anak Y: “Bu ika..mau beli jajan.”

Si ibu imut: “jajan apa kak??” tanyanya dengan sangat sangat halus sekali.

Si anak Y: “Beli permen ini..yang ini.” Sambil menunjuk sebuah toples berisi permen dan juga memberikan sebuah uang logam.

Si Ibu imut: “Ohh..permen ini,nih ambil sendiri yaa. Kakak ambil empat ya kak.” Karena uang yang diberikan si anak Y hanya dapat membeli empat buah permen.

Si anak Y: “Aku maunya tiga.” Sambil sedikit merengek dan mengambil sendiri ke dalam toples dan kesulitan.

Si ibu imut: “Dapatnya empat kakak.” Melihat si anak Y tetap merengek. “Ya udah,permen satunya dikasih ke ibu X yaa.” Dan akhirnya si anak Y hanya membawa tiga biji permen dan satunya diberikan ibu X. Kemudian sambil berlalu dan tersenyum-senyum. (Udah gila ini anak kayaknya..lha wong dikasih empat malah minta tiga,pake ketawa lagi ckckckck..)

si anak-anak yang antri dijemput..dan tampak ibunya jual mahal ketika di poto..ckckckck.

Ada lagi yang main usil,udah tahu pintunya satu dan ada anak yang mau lewat malah dihalang-halangin lagi. Sampai si anak menjerit-jerit dan berkata “Awaasss...awaaassss...”. Hedeeeehhhh. Trus ada satu anak perempuan yang tiba-tiba berada di hadapanku lalu tersenyum. Saya hanya terbengong,ini anak kenapa kok tiba-tiba senyum bahkan kenal aja tidak deh. Saya pun memberikan senyum saya yang termanis..nisss. :) Truz di ujung gerbang masuk,ibu guru memanggil dengan speaker untuk penjemput si anak yang mau keluar pintu. Saya rasa hal ini untuk menanggulangi penculikan serta lebih mengenal orang tua yang bersangkutan. Nice prevention.

antri buat pakai sepatunya yaa..cari yang bagus aja..dan ini anak cewek yang smile to me.. :)

Hmmmm..saya jadi teringat dengan salah satu obsesi saya sebelumnya yaitu menjadi guru TK. Saya pengen menanamkan kepada anak-anak penerus bangsa ini bahwa mereka adalah para calon pemimpin bagi negara mereka (haiaahhh..lebay ndeeng) hhehe. Kayaknya seru aja gitu,kumpul bareng anak-anak kecil. Bermain sambil belajar dan mengenalkan hal-hal baru. Menurut saya ada beberapa suka duka deh. Sukanya adalah bertemu anak-anak kecil yang lucu, tersenyum slalu dan kita slalu benar karena kan anak kecil juga ga tahu ini itu serta jika kita salah kan mereka ga akan pernah tahu hhahaha. Nah sekarang dukanya yaitu jika kita salah memberikan pemahaman maka ampe gedhe si anak akan terdogma dengan penjelasan kita semasa TK.

Karena sepengetahuan saya bahwa anak usia 1-3 tahun memiliki masa sedang serba ingin tahu. Dan daya berpikirnya serta daya tangkapnya 3x lebih cepat dibandingkan dengan usia setelahnya. Ada lagi nih yang bikin saya mikir beribu kali buat jadi seorang guru TK yaitu ketika si anak boker. Nahhhh lhoooo... bukan masalah bokernya tapi setelah bokernya ntu yang menjadi masalah. Pan kudu dicebokin thu? Truz si anak kan ga bisa nyebokin sendiri thu,masa iya kudu orang tuanya? Kudu gurunya kan skalian sembari ngajari nyebok. Masih mending anak kita sendiri gitu, nah itu kan anak orang lain. Iya kalo Cuma satu,misal lagi musim anak boker. Satu kelas isi 30 anak kebelet poop semua..huaaaaa..#cungkruk! Pernah diceritain temennya temen yang jadi guru TK. Kejadiannya sama pas ada anak TK didikannya yang boker gitu. Dia udah biasa nyebokin anak TK pake KAKI..#gubraaaakkkk. Mampus dah,misal thu anak laporan ma mamanya di rumah gimana coba.

“Mah..tadi adik e’ek di sekolah tluz abis e’ek tadi bu gulu ngelus-elus pantat adik pake kaki gitu.”

Bayangkan jika mama itu lalu menjawab,”hahh?? Di elus-elus?” sambil berpikiran parno dan mama anak itu berpikir jika guru anaknya adalah seorang pedofilia..naaahhhh thuu. Tapi apapun itu masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah. Adakah yang ingat dengan masa kecilnya??? :D

Minggu, 30 Oktober 2011

Belajar dari sebuah pencopet..

Saya sebenarnya tidak tahu mengapa saya ingin menulis ini. Judul yang tidak menarik atau pembahasan yang aneh. Tapi itulah hidup terkadang ga perlu menarik, ga perlu tampak,karena justru itulah banyak yang dilakukan mayoritas orang lainnya. Mereka yang mencoba survive di tengah kondisi yang benar-benar ga ada pilihan. Sempat terlintas dalam pikiran mereka, mengapa sih saya begini? Apa sih salah saya? Tuhan menciptakan saya apakah tanpa tujuan seperti ini? Atau saya diciptakan hanya sebagai pelengkap kehidupan? Pesimistis,yakk mereka mungkin berpikiran seperti itu. Saya mungkin bukan makhluk sempurna seperti kebanyakan orang. Tapi bukan mengenai mengapa kita tidak sempurna tapi bagaimana kita memaksimalkannya. Saya ga akan membicarakan tentang cara memaksimalkan semuanya,karena saya juga bukan apa-apa. Terlalu dini dengan umur segini jika saya merasa sok pernah melakukan segalanya. Saya hanya ingin mengajak kita berpikir sejenak,kalau ga mau berpikir juga gapapa kok. :)

Pertama,saya hanya mau bertanya hal yang bersifat situasional berikut. Bayangkan kita sedang berada di keramaian,misalnya saja kita berada di sebuah pasar tradisional. Kita sedang berbelanja sayuran (ga Cuma cewek ya yang ke pasar,sekarang kan juga emansipasi pria bookk,ya ga cyyiiinn hhehe.) Nah kita saat itu sedang membeli sayuran dan tiba saatnya untuk membayar. Kita merogoh saku kanan belakang, dimana kita biasa menyimpan dompet kita. Dan ternyata..ohh..dammmnn,dompet kita ga berada di tempat yang seharusnya. Panik, bingung, gengsi, pucat, mules, keringat dingin, rasanya udah mau “keluar” aja (sik-sik bentar,itu kejadiannya dompetnya ilang atau kebelet buang air besar mas?? Lhaa kok ono mules, keringat dingin, rasanya mau “keluar” gitu? Mbuhhlahh..) Secara refleks kita langsung menoleh tepat kebelakang kita. Jarak kira-kira lima meter di belakang kita,kemudian kita melihat pria dengan ciri-ciri kumel,hitam,gondrong dan sedang memegang dompet yang ternyata mirip punya kita. And the question is,what do you doing after you see that man? Pertama, mungkin kita akan spontan meneriakinya “Coppeeeetttt...awas dia copeettt!!” sambil menunjuk pria tersebut. Lalu semua orang melirik pria itu, menghakiminya sendiri (jebbuug...haakk dissss..prookk...juussss...praakkkk) dan akhirnya dia “the end”, wis bar tho ceritane..semmm. Atau kedua, kita nyamperin dia lalu berkata “Maaf mas, ini dompet saya terus kenapa di ambil? Masnya copet ya??” lalu kita teriak dan berseru “Waahhh..copet khi mas’e,tuluunngggg” dan kembali seisi antah berantah akan melirik ke pria itu,ambil senjata seadanya. Tukang sapu dengan sapunya, tukang jual sayuran dengan kacang panjang (mas..kacang panjang khi nganggo opo?? Nggo ngileni kuping ya?), tukang alat-alat kebun dengan cethok (jiaaahhh..cethok,mbok sing rodok sangar tho ya mas,linggis opo pacul sisan), tukang jual ikan dengan belutnya (ora kumen ahh nek iki) dan dengan tukang-tukang lainnya tidak termasuk tukang kebun dan tukang parkir apalagi tukang tidur (lha piye pek tarung,turu wae nuk yaa..) akan mulai menghujani bogem mentahh (cciiaaaattt...buugggg...prraaakkkk...guubraaakkk) dan podo wae khi tewas mesti. Atau kita mendatangi pria tersebut dan menggelandang dia ke polisi setempat. Tadi Cuma sedikit uraian hal yang mungkin akan terjadi,menakutkan yaa kitaa.

Tapi pernah ga kita memikirkan sejenak sesuatu kemungkinan dari sudut pandang pria itu. Mencoba mendengarkan apa ucapan dia,ingat mendengarkan dan bukan menilai. Pasti ada yang nyletuk “Mas..mas..nek maling ngaku penjara kebak” atau “Copet kok ndadak di takoni,sapu wae”. Oke,untuk kepentingan penyelidikan kita jadi situasi pasar dengan transaksi yang sedang terjadi, lalu-lalang pedagang dan pria tadi untuk sementara kita PAUSE dulu yaa..sttooopppp. Mari kita berpikir sejenak. Kita sebut saja pria asing yang memegang dompet itu adalah Brintik (kenapa brintik?? Lhahh..apalah arti sebuah nama). Baik,kemungkinan pertama adalah dia emang berniat mencopet dan ketahuan. Profesi dia seorang pencopet kakap di pasar tersebut (sik meneh mas,kok kakap di copet tho?? | wis ben tho,emang kakap ora entuk duwe dompet? | hasemmbuuhh mas). Dan korban yang terincar olehnya adalah kita. Kalo emang dia pencopet berarti kita tinggal eksekusi aja yaa..kelar deh. Kedua, kemungkinan brintik mencopet karena ngeliat di dompet kita yang menonjol beserta uang yang terlalu banyak. Berarti dia mencopet bukan karena niat melainkan adanya kesempatan. Nahh..kita turut sedikit andil dalam hal ini kan?? Kalau orang emang niatan ga mencopet,seharusnya dia kalo ngeliat dompet itu berarti ga mencopet donk. Tapi bagaimana jika dia terdesak (alasan klasik) kebutuhan ekonomi? Oke walaupun dia mencopet dengan alasan kesempatan yang ada,dia tetap bersalah. Kemungkinan ketiga, mungkin brintik menemukan dompet kita jatuh dan memungutnya. Dan apesnya brintik, pas memegang dan membuka dompet untuk mengetahui identitas kita sudah terlanjur terlihat oleh kita. Dan kita pun pasti sudah berpikiran negatif yang sebenarnya dipicu oleh situasi panik dan sebagainya. Kita langsung menuduhnya, memakinya dan menilai bahwa dia adalah pencopet (nasibmu tikk brintik). Kemungkinan keempat adalah kita keliru. Kok bisa keliru? Heii..emang di dunia yang walaupun cuma selebar daun kelor ini yang punya dompet jelek gitu hanya kamu doang?? Etttdaahhh..banyak yang pake thu dompet kali. Saya pas di awal kan bilang kalo “kemudian kita melihat pria dengan ciri-ciri kumel,hitam,gondrong dan sedang memegang dompet yang ternyata mirip punya kita”. Kita coba garis bawahi kata MIRIP yang berarti adalah KEMUNGKINAN. Kita sudah meneriakinnya dan menuduhnya,eh ternyata itu emang dompet si brintik dan ternyata Cuma mirip ma dompet kita. Gimana jal perasaanmu melihat semuanya itu? Malu? Atau kita bakalan kekeh bahwa dompet itu punya kita dan ga mau dianggap salah dengan situasi? (jawab sendiri deh di dalam hati).

Sebenarnya saya hanya ingin menunjukan bahwa apapun yang sudah tampak “buruk” maka akan tampak “buruk” juga di mata kita. Kita sering hidup dalam sebuah asumsi dan dinyatakan dalam sebuah pengalaman. Misalnya,kita mengasumsikan bahwa garam itu asin. Karena kita sering ketemu dengan garam yang selalu asin dan anggapan orang bahwa garam itu asin maka ketika kita melihat benda yang mirip garam kita langsung mengatakan jika itu garam dan asin. Tanpa kita mencoba menyentuhnya dan merasakannya,bisa saja itu bukan garam atau bisa aja memang garam tapi ga asin. Banyak kemungkinan di dunia ini guys,itulah hidup. Dalam bahasa akuntansi hal ini disebut kontijensi yaitu hal yang terkadang tidak dapat kita prediksi atau di luar prediksi. Kecuali kamu adalah peramal yang jitu,tepat dan akurat bak sniper. Seperti halnya masalah pencopet diatas yang baru kita pelajari (haiahhh..kayak kuliah aja mas..mas). Kita melihat deskripsi pria yang gondrong,item,kumel dan sebagainya. Image dia pada pria itu adalah dia pasti orang jahat. Pernah ga berpikir jika dia begitu karena ga punya uang buat potong rambut,beli pembersih muka atau membeli minyak wangi. Karena menurut brintik tadi buat makan saja susah apalagi semuanya itu. Kemudian terlebih lagi setelah dia memegang dompet yang mirip dengan punya kita. Bertambahlah tuduhan kita kepada dirinya tersebut tanpa kita mensilidiki ehh menyekilidi..hhmmm..m e n y e l i d i k i n y a (nah bisa kan) terlebih dahulu. Saya bukan mau memberikan gambaran bahwa kita harus baik terhadap orang jahat atau memberi hati kepada orang yang bertindak jahat. Mungkin beberapa dari kalian pasti akan berkata “coba mas,jika dalam hal ini kamu yang kecopetan” atau “gampang mas kalo Cuma ngomong,coba kenyataannya” (saya nulis lho,ga ngomong hhehe..). Iya sih,saya juga manusiawi jadi apa yang saya tuliskan diatas bisa saja saya lakukan. Umm..maksudnya begini,ada banyak sudut pandang yang bisa kita lihat. Coba sebutkan alasan mengapa bumi kita bulat? Karena udah takdir, atau biar bagus, atau biar bisa berevolusi dan berotasi, dan sebagainya. Tapi sebenarnya karena Tuhan menciptakannya dengan tidak ingin membuat sebuah sudut. Pernah diajarkan saat sekolah kan bahwa sebuah bola memiliki sudut yang tak terhingga. That is the answer,kenapa bumi kita bulat (tapi itu asumsi saya aja sih hhehe..) Jadi coba membiasakan diri untuk menilai semuanya jangan pada satu sudut pandang saja. Ibarat kita memotret suatu obyek,jika kita hanya memotret bagian depan maka hanya bagian depan yang terlihat. Kalo kita mau melihat sisi lainnya maka kita coba beranjak dari sisi lainnya untuk memotret. Tapi ada beberapa hal yang sulit dirubah dan sudah mendogma di dalam pikiran manusia. Jadi ketika kita di jalan naik motor atau sepeda pelan-pelan kemudian disalip dengan seseorang yang sangat ugal-ugalan hampir menyerempet kita. Kita pasti akan mengumpat dan ngedumel semau kita. Pernah ga kita berpikir jika si ugal-ugalan tadi sedang terburu-buru karena keluarganya sakit mendadak dan kritis, mengejar sebuah tugas kerjaan yang jika gagal dia bisa dipecat, atau apapun itu. Kita mungkin pernah mengalaminya kan? Misalnya (lagi) sebutkan satu kata jika kita mendengar beberapa kata berikut: pembunuh, pencuri, pencopet, perampok, atau penipu. Pasti kita menjawab “jahat” kan? Ada ga yang menjawab “manusia” atau “kasihan” atau “paksaan” atau “terjebak”. Seseorang yang berada di dekat korban pembunuhan dan memegang pisau belum tentu seorang penjahat. Hmmm..saya bukanlah sok tahu atau apapun itu,hanya mencoba untuk sharing apa yang menurut saya. Terakhir,ada kutipan penggalan percakapan yang saya suka dari sebuah film berjudul FORREST GUMP yang dimainkan oleh Tom Hanks. Si Forrest Gump (Tom Hanks) ini berkata “Bodoh itu adalah tergantung tindakan orang terhadap kita”. Hidup seperti kotak coklat,karena kita tidak pernah tahu apa yang kita dapatkan. Percayalah, semua takdir itu ada di tangan kita,tanganmu,tanganku,semua manusia. Genggam semuanya itu dalam doa dan usaha..selalu mencoba untuk berusaha yang terbaik,jangan jadi yang terbaik. (pikirkan sendiri ya maksudnya). :)

Kamis, 27 Oktober 2011

Let's we talk..

Saya menuliskan sebaris kalimat judul di atas bukan karena saya ingin mengajarkan bahasa inggris atau apalah itu, walaupun yang saya tulis itu bahasa inggris. Tiba-tiba saja di ujung senja yang mulai berubah malam ini, benar-benar not feeling good. Bertepatan dengan malam jumat sih tapi ga ada hubungannya kok. Baru saja sepulang kerja dengan kantor berjarak 30an kilometer, lawan truk dan sebangsanya. Tapi entah mengapa dimanapun saya mengantor dengan jarak berapa pun saya ga pernah merasa capek ataupun mengeluh. Tidak tahu karena efek sebagai karyawan baru atau karena saya mencintai pekerjaan ini. Saya mulai duduk untuk mencoba menonton sebuah acara televisi dengan host kepala plontos dan berjudul adalah warna dasar (tau kan warna dasar itu apa,hitam dan putih dong..#upss..) Bintang tamu seorang artis yang memiliki kecantikan khas indonesia (menurut pendapat penonton di studio) Awalnya sih menarik tapi ternyata tiba-tiba saja sudah tidak menarik. Dengan masih memakai kemeja panjang putih bergaris biru serta celana kain hitam tapi tanpa sepatu pantovel, saya mencoba menengok ke teras. Trying to take a breath in outside,maybe make me feel better. Hffuuiihhhhh.. Agak mendingan sih walaupun cuma berskala 50 : 1000. Mendung mulai menyatu dengan malam,sama-sama tampak gelap hanya suara-suara gemuruh yang terdengar. Saya melirik messenger bag merah yang selalu saya bawa ke kantor,sebenarnya tas ini untuk pelengkap ketika menunggangi fixie tapi keren juga kalau buat kerja. Kemudian mengambil sebuah lipatan kecil berwarna biru, orang menyebutnya netbuk walaupun ada orang yang ga tau netbuk itu apa hhehe..#paging mbak anggun. Benda kecil ini yang setiap hari menemaniku di kantor atau di rumah,padahal ga nyangka bisa akrab juga saya dengan si mungil ini (cubit pipinya..lhohh..sejak kapan netbuk punya pipi?? | ben tho netbuk-netbukku dhewe owk). Mulai ku buka lipatannya lalu mengurupkannya atau bahasa jawanya itu men-turn-on-in gitu. Padahal sebenarnya perut udah sangat lapar karena kerjaan hari ini sebagai single fighter with strange office. Tapi ga pengen ngambil piring tapi malah ambil netbuk,jan tenannn. Setelah stand by in program,mulai ku buka software yang biasa digunakan untuk merangkai “word”. Making some “word” in a “word”. Jariku mulai beradu dengan tombol-tombol segiempat dan baku ini. Dan entah mengapa saya rindu pada obrolan-obrolan apa adanya. Sulit rasanya walau hanya sekedar mengobrol. Mungkin kita pernah merasakannya, terlalu sibuk hingga sulit berkata-kata. Atau mungkin kita sempat berkata-kata tapi menyibukkan diri. Saya dulu pernah beranggapan bahwa menulis itu adalah hal pasti,karena apapun yang kita tulis itu kelihatan dan nyata. Dan terkadang lisan itu akan hilang atau tak terdengar. Ternyata semua itu memiliki sesuatu banget (syahrini syndrome nih). Kita ganti sesuatu banget itu dengan kelemahan dan kelebihan. Menulis memang tampak nyata dan pasti. Tapi sayangnya tulisan tidak mampu menyampaikan perasaan yang sesungguhnya, tak mampu menggambarkan sebuah kebahagiaan yang asli. Coba saja kita tertawa dan Cuma menuliskan “hahahahah..” dibandingkan dengan kita tertawa lepas sesungguhnya. Nyaman manakah?? (jawab dalam hati aja yaa..) Atau jika kita mengobrol tetapi terkadang lisan tidaklah cukup. Kata orang hal yang sangat penting harus tertulis dan terbaca. Coba (lagi) bayangkan jika kita jual beli tanah tapi tanpa hitam di atas putih,Cuma ngomong dan secara lisan. Mana ada yang percaya,iya bukan? (jawab lagi dalam hati yaa) Jawaban ga ada yang salah dan bener kok,karena saya bukan guru dan hanya seorang biasa dengan cinta luar biasa..haiahhh..hhehe. Apapun itu saat ini saya hanya ingin mengobrol, membicarakan hal yang terlewati, atau apa yang kita temui. Mungkin semua kesalapahaman akan terus terjadi ketika kita bertahan dengan asumsi-asumsi yang selalu kita pendam tanpa pernah kita membicarakannya. Pernah ga sih merasakan apa yang ingin kita sampaikan itu “A” tapi orang yang ingin kita ajak bicara telah menilai “B”. Dan selalu “B” itu yang telah terdogma di pikiran dia. Ga enak sih tapi mau apalagi, sekuat apa kita merubah tampaknya susah untuk mengubah. I just smile..you can smile. Berdoa dan masih belum dikabulkan? Never mind,sesungguhnya essensi dalam berdoa adalah bukan akan dikabulkan atau tidak dikabulkannya permintaan kita. Tapi terlebih bahwa kita bersyukur dan selalu berharap. Terkadang kumpulan-kumpulan harapan ini akan membuat kita manjadi manusia sesungguhnya. Bukan berarti hanya berharap ya karena manusia sekarang itu pinter-pinter banget. Kita bilang “harapan yang membuat kita jadi manusia” lalu mereka bakalan membalas “asyik donk..ga usah berusaha”. Ckckckckck..sungguh pintar sekaligus mengenaskan. Jadilah manusia yang terseok-seok akan sebuah penderitaan dan sebarkanlah penghiburan bagi semua. Luangkanlah waktumu untuk berbicara,sedikit atau banyak hanyalah sebuah ukuran. Suara yang nyata mungkin sangat di inginkan daripada sekedar pesan singkat, bebe’em atau yang klasik seperti surat. Apapun yang saya tulis ini tak cukup hanya sekedar tulisan. Maaf jika tulisan ini telah kalian baca dan kemudian berujar “apa sih,tulisan sampah ini”. :)

Secarik senyumku di atas tak cukup mewakili perasaan maaf ku..tapi apapun itu “Let’s we talk..” Tapi ya sudahlah jika tulisan ini hanya sebuah tulisan. Hmmm..hujan telah turun dengan derasnya dan lagu Kerispatih dengan “Lagu Rindu” membuatku ingin kembali masuk ke rumah. Menyiapkan segalanya untuk besok pagi,karena masih ada berkas-berkas yang harus disiapkan untuk kerjaan besok. Maklum masih menjadi buruh..keep on spirit guys ‘n always keep smile although your smile is ugly hhehe..just kidding..coz every smile is beautiful. :)